Seminar Nasional Hasil-hasil Penelitian

Dalam rangka Lustrum ketiga UNIMUS, Universitas Muhammadiyah Semarang akan mengadakan Seminar Nasional Hasil-hasil Penelitian (Kesehatan, Science, Ekonomi dan Sosial) dengan tema “Peran Pangan Fungsional berbasis Pangan Lokal dalam Peningkatan Derajat Kesehatan”. Diselenggarakan pada :
Hari : Sabtu, 9 Agustus 2014
Waktu : 07.30 s.d. 17.30
Tempat : Hotel Grasia, Jl. S. Parman No.29 Semarang
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kuliah UMUM FKM dan FKG

Dalam rangka menyemarakkan lustrum 3 Universitas Muhammadiyah Semarang, Fakultas Kesehatan Masyarakat UNIMUS bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi UNIMUS akan  menyelenggarakan Kuliah UMUM dengan thema “Kebijakan Kesehatan Menyongsong era AFTA tahun 2015.

Kegiatan Kuliah Umum di laksanakan pada hari Senin, 23 Juni 2014  dimulai pukul 08.30 bertempat di Gedung NRC UNIMUS. sebagai pembicara dan nara sumber pada acara tersebut adalah Wakil Menteri Kesehatan RI Bapak Prof. Ali Ghufron Mukti, M.Sc. PhD.

Kuliah Umum pada kali ini diharapkan tidak hanya akan dihadiri mahasiswa FKM dan FKG namun semua jurusan di bidang Kesehatan mengikuti acara tersebut.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Rakerta UNIMUS 2014

Universitas Muhammadiyah Semarang pada tahun 2014 menyelenggarakan Rapat Kerja Tahunan (RAKERTA) yang berlangsung di Hotel LarasAsri Resort Salatiga pada hari Jum’at dan Sabtu tanggal 20-21 Juni 2014.  Rakerta pada tahun ini diikuti oleh seluruh jajaran civitas akademika dan unsur Pimpinan UNIMUS,  yang meliputi BPH, Rektor, Wakil Rektor, Dekan,  wakil Dekan, Ka. Prodi dan Sekr Prodi serta para ketua Lembaga, Badan dan para ketua Unit.

Rakerta UNIMUS bertemakan pengembangan dan penguatan institusi  dalam rangka menyongsong kemajuan universitas.  bertepatan dengan LUSTRUM 3 UNIMUS.  Rakerta UNIMUS dilaksanakan dalam rangka menata UNIMUS ke depan yang lebih baik.

Agenda Rakerta meliputi hal sbb

  • Sosialisasi Sistim Informasi Keuangan (SiKamus)
  • Penyusunan Akreditasi Institusi yang merupakan kegiatan yang harus dilakukan
  • Penyusunan Program Kerja Unit.
  • Perancangan Anggaran / RAB tahun 2014/2015

Jadwal  dan susunan Acara :  Susunan Acara RAKERTA UNIMUS 2014

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Info Tahapan Serdos Gel 2 Tahun 2014

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jadwal Imsakiyah 1435 H / 2014 M

Posted in Uncategorized | Leave a comment

SK mengajar Semester Genap 2013/2014

  • FK
  • FKG
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengumuman bagi Wisudawan ke 20 tahun 2014

Kepada seluruh wisudawan ke 20 tahun 2014,  diberitahukan kepada wisudawan bahwa pengambilan Ijazah S1 dan Diploma  dimulai besok pada

  • Hari/Tanggal  :  Selasa,  10 Juni 2014
  • Waktu   : Jam Kerja ( 08.00 s/d 16.00)
  • Tempat :  Admin Program Studi / Fakultas masing-masing
Demikian atas perhatiannya terima kasih.
 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Semangat Perangi Penyakit

oleh : Dr. Syaifuddin Alie Anwar,  Suara Merdeka tanggal 10-04-2014

Pada Senin, 7 April 2014, semua warga memperingati Hari Kesehatan Sedunia yang juga HUT World Health Organization (WHO). Tiap tahun panitia memilih tema memprioritaskan kesehatan masyarakat. Momentum itu memberikan kesempatan kepada individu untuk terlibat dalam berbagai upaya peningkatan derajat kesehatan.

Kewaspadaan pada tahun ini difokuskan terhadap penyakit berbasis lingkungan, salah satunya yang ditularkan melalui vektor binatang (vector borne diseases).

Penajaman pada penanganan permasalahan tersebut makin penting mengingat berdasarkan data, kasus penyakit itu menunjukkan peningkatan. Bahkan seperti melengkapi isu penyakit degeneratif dan penyakit serius lainnya. Kalangan medis mewajibkan kewaspadaan terhadap penyakit lama yang kembali berjangkit (re-emerging diseases).

Salah satunya penyakit akibat vektor binatang, yang hingga kini masih menjadi persoalan serius di negara berkembang, termasuk ASEAN. Peringatan Hari Kesehatan Sedunia 2014 (World Health Day 2014) mengambil tema ”Small Creatures, Big Threat”,atau ”Makhluk Kecil dengan Ancaman Besar.”

Kita bisa menyebut salah satu vektor, yakni nyamuk yang tidak hanya menularkan malaria dan demam berdarah dengue tapi juga bisa menularkan filariasis limfatik, chikungunya, dan demam kuning. Vektor lain, seperti lalat, bug, kutu, dan siput pun dikenal menjadi penyebab penularan/transmisi berbagai parasit dan patogen yang menyerang manusia atau hewan.

Badan Kesehatan Dunia menyinyalir pada era global, melalui berbagai kegiatan antarnegara seperti perdagangan,  kemajuan transportasi dan tantangan lingkungan seperti perubahan iklim dan urbanisasi mempunyai dampak pada penularan penyakit vector-borne.

Bahkan ada sinyalemen baru hal itu menyebabkan kemunculan berbagai penyakit baru. Penyakit vector-borne diseases yang paling cepat berkembang di dunia adalah demam berdarah dengue (DBD), yang kini memiliki angka peningkatan 30 kali lipat dalam kejadian selama 50 tahun terakhir.

Berdasarkan Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Semarang, tahun 2013 tercatat 2.364 kasus DBD, yang menyebabkan 27 orang meninggal dunia. Namun masyarakat perlu mengapresiasi Pemkot, yang mengantisipasi kemerebakan penyakit tersebut, melalui pemangku kebijakan yang terkait.

Mengajak Masyarakat

Pemerintah bersama sektor swasta, lembaga sosial masyarakat dan lembaga sosial keagamaan, memerangi penyakit itu dari hulu, sehingga jumlah kasus itu menurun, yakni pada Maret 2014 tercatat 429 kasus DBD dengan kematian 8 orang. Pemerintah juga menggerakkan elemen masyarakat, lewat berbagai program.

Di tengah suasana pesta demokrasi, setelah kita melalui tahapan pileg pada 9 April lalu, dan nantinya pilpres, seyogianya anggota legislatif yang baru terpilih mengajak masyarakat untuk memerangi penyakit yang ditularkan oleh vektor. Para wakil rakyat bisa berbakti di dapil masing-masing untuk mengantisipasi keberjangkitan suatu penyakit.

Janji kampanye yang terkait degan sektor kesehatan, sudah saatnya diwujudkan. Ikhtiar itu dapat dilakukan lewat kampanye pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan menangkal ancaman yang ditimbulkan oleh vektor penyakit.

Selain itu memberi pemahaman kepada masyarakat supaya bisa melindungi diri, keluarga dan lingkungan. Semua elemen warga Jateng seyogianya juga intens menginformasikan dan mengajak pendatang ataupun wisatawan untuk melakukan upaya perlindungan diri dari vektor dan penyakit akibat vektor ketika bepergian ke kota lain.

Hal itu mengingat penyakit akibat vektor masih menimbulkan ancaman kesehatan, bahkan di negara maju. Tidak kalah penting, meningkatkan pengawasan terpadu terhadap vektor dan mengambil langkah cepat untuk mencegah proliferasi mengingat penyakit tersebut memerlukan strategi pendekatan lintas program dan lintas sektor. (10)

— Doktor Saifuddin Ali Anwar, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Memacu Laju Pembangunan Gizi

Oleh : Syaifuddin Alie Anwar / Dosen UNIMUS

Pada hari Selasa (25/01) ini,  bangsa Indonesia, termasuk warga Jateng, memperingati Hari Gizi Nasional (HGN). Peringatan itu jangan dijadikan seremonial belaka namun harus menjadi momen untuk meneropong kenyataan masalah gizi di lapangan dan menyusun strategi penyelesaian yang terpadu di semua area.

Pemenuhan gizi merupakan salah satu usaha membangun insan manusia yang lebih sehat dan cerdas.
Sampai saat ini masih ditemui kasus meninggal balita penderita gizi buruk, dan fakta itu menjadi pertanda masih kurang perhatian pemerintah dan masyarakat akan masalah gizi buruk. Selama 2009 saja, Dinkes Jateng mencatat ada 1.966 penderita gizi buruk baru di berbagai wilayah. Kepala Dinkes Mardiatmo mengatakan selama tahun itu ada 4.676 penderita gizi buruk, dan 1.966 di antaranya temuan baru. Sebanyak 2.855 penderita berhasil disembuhkan melalui program perawatan gizi yang dibiayai APBD. Kasus gizi buruk juga mengakibatkan 43 anak meninggal dunia.(Antara, 26/02/10)

Kasus gizi buruk dapat mengakibatkan suramnya masa depan generasi penerus, bahkan yang terburuk kita bisa kehilangan satu generasi harapan seandainya kasus itu makin berkembang. Gizi buruk dapat mengakibatkan balita mengalami kelainan mental atau IQ-nya di bawah rata-rata pada saat dewasa nanti. Jelas hal ini tidak bisa menjadi gambaran ideal masa depan bangsa kita.

sumber : http://enda90.wordpress.com/

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pendidikan Saka Bakti Husada

Oleh Dr Saifuddin Ali Anwar
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang

Gerakan Pramuka melalui Saka Bakti Husada tepat digunakan sebagai wahana mempercepat pencapaian perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

Pada peringatan Hardiknas dua bulan lalu (02/05/11), Kemendiknas mengangkat tema “Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa’’, dengan subtema yang menurut penulis sangat tepat dan strategis, yakni ‘’Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti’’. Dengan tema dan subtema itu, diharapkan tidak hanya kegiatan seremonial seperti biasanya tetapi harus diwujudkan dalam kegiatan nyata. Hal itu sebagai upaya terpadu antara pemerintah dan masyarakat mengampanyekan pentingnya pendidikan bermutu dan berkarakter bagi kejayaan dan kemajuan bangsa Indonesia.

Selain itu, kalau kita mencermati, peringatan Hardiknas tahun ini juga bertujuan menggugah komitmen keterpaduan lintas sektor dan lintas program yang bergerak dengan kepentingan pendidikan untuk memantapkan pencanangan pendidikan karakter. Terobosan yang kita simak adalah Kemdiknas mencanangkan pendidikan karakter melalui gerakan pendidikan anak usia dini (PAUD). Bayak pihak berharap segala upaya terpadu yang bernapaskan aspek pendidikan menjadi bagian bukan hanya program milik pemerintah melainkan masyarakat luas.

Dalam GBHN dijelaskan ada gerakan pendidikan ‘’milik masyarakat luas’’, dan yang sudah mengakar di antaranya Gerakan Pramuka yang merupakan strategi wadah untuk membina lembaga pendidikan luar sekolah yang dapat meningkatkan SDM sehingga dapat memfasilitasi kesempatan pemerataan belajar, sebagai sekolah pangkalan belajar, dan belajar paket. Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang, terkait dengan sulitnya kesempatan memperoleh pendidikan di jalur sekolah. Selain itu, kini terasa makin merosotnya moral bangsa. Pendekatan perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku Gerakan Pramuka dari aspek moral, pendidikan, dan kesehatan sudah dirasakan masyarakat luas, di antaranya dalam perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Pola itu adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang pendidikan kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Pembinaan PHBS dilakukan melalui pendekatan tatanan, karena setiap orang hidup dalam tatanannya, yang saling memengaruhi dan menimbulkan interaksi dinamis antarindividu dalam tatanannya.

Ada lima tatanan dalam PHBS yaitu di rumah tangga, sekolah, tempat umum, tempat kerja dan di institusi kesehatan. Data Riskesdas 2007 menyebutkan bahwa pencapaian angka rumah tangga ber-PHBS adalah 37,8 %, sedangkan targetnya 44 %. Adapun target tahun 2010 adalah 65%.

Sejalan dengan proses pembelajaran dalam Gerakan Pramuka yang interaktif, partisipatif, dan progresif, sepanjang hayat dalam nuansa rekreasi edukatif, di alam terbuka, dan persaudaraan, Gerakan Pramuka melalui Satuan Karya Pramuka (Saka) Bakti Husada sangat tepat digunakan sebagai wahana mempercepat pencapaian PHBS di 5 tatanan tersebut. Saka Bakti Husada merupakan wujud kesepakatan antara Kwarnas Gerakan Pramuka dan Departemen Kesehatan (kini Kemenkes) pada 17 Juli 1985

Pemberdayaan masyarakat melalui PHBS bisa dilihat dari data rumah tangga (RT) yang telah melaksanakan PHBS meningkat dari 27% pada 2005 menjadi 36,3% pada 2007 namun masih jaun dari sasaran yang harus dicapai pada tahun 2009 yakni 60%. Jumlah posyandu makin meningkat, tapi pemanfaatan dan kualitasnya perlu ditingkatkan. Pada 2007 sebanyak 27,3% RT memanfaatkan posyandu, 10% membutuhkan tapi tidak memanfaatkan, dan 62,5% tidak membutuhkan dengan alasan karena pelayanannya tidak lengkap (49,6%), jauh (26%), dan tidak ada posyandu (24%). (pendataan skala nasional termasuk regional Jateng-Riskesdas 2007).

Peringatan Hari Saka Bakti Husada tiap 17 Juli semoga menjadi kilas balik untuk lebih memantapkan operasional pendidikan luar sekolah, yaitu meningkatkan mutu sumber daya remaja yang andal terhadap hambatan, tantangan, gangguan, dan ancaman dari dalam dan dari luar. Selain itu, mewujudkan remaja harapan masyarakat madani, dengan membentuk sikap dan perilaku yang positif, perilaku hidup bersih dan sehat jasmani rohani. (Sumber:Suara Mertdeka, 16 Juli 2011).

Posted in Uncategorized | Leave a comment